Skip to main content

Posts

Pantai Coro

Salah satu objek wisata di kota Tulungagung adalah pantai Coro. Memang unik nama pantai ini (coro = kecoa). Entah bagaimana asal usul pemberian nama pantai ini. Sebagaimana kebanyakan pantai di Tulungagung lainnya, pantai Coro pantai yang masih asri, belum terjamah oleh pengelola. Pantai dengan pasir putihnya ini berada di sebelah timur pantai indah Popoh. Untuk menuju pantai Coro, dari arah kota Tulungagung anda bisa langsung saja menuju rute ke pantai Popoh. Tetapi setelah masuk ke kawasan Popoh anda tidak parkir ke pantai Popoh-nya, tetapi anda langsung saja menuju ke arah Reco Sewu. Setelah anda parkir kendaraan di area Reco Sewu, anda masih belum sampai ke pantai Coro, melainkan masih harus berjalan 1 km ke arah timur (±30 menit) melewati hutan dan bukit untuk sampai di pantai. Seperti yang saya sampaikan tadi kalau pantai ini masih belum terjamah pengelola dan masih asri tentunya.

Kisah membanggakan pesawat R80 rancangan BJ Habibie siap terbang

  Bacharuddin Jusuf Habibie kembali menunjukkan taji dalam dunia dirgantara. R80, pesawat anyar rancangan dia akan terbang uji coba perdana. Pesawat R80 atau yang bisa disingkat regional 80 karena memiliki kapasitas 80 orang, akan melakukan penerbangan perdana di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. "Insya Allah 2017-2018 akan first flight sambil menunggu sertifikasi kelayakan udara. Saya dengar pemerintah Jabar sedang membuat Bandara Kertajati," kata Habibie dikutip Dream.co.id dari laman Merdeka.com, Kamis 11 September 2014. Diharapkan R80 ini mampu melanjutkan kejayaan N250 yang pernah berjaya di era-1990an. Menurut mantan Presiden ke-3 ini, revolusi dari pesawat N250 ini secara teknologi sudah lebih canggih. Secara by pass rasio 40 dan bisa lebih hemat bahan bakar mencapai 30 persen. Pesawat ini juga dapat dikendalikan secara elektronik atau dikenal istilah fly by wire.

5 Ilmuwan Ini Menjadi Muslim Setelah Melakukan Riset Ilmiah

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi". Demikian bunyi surah Ali Imron ayat 190-191. Ayat di atas menjelaskan tentang kebesaran Allah; bahwa keberadaan dan kebesaran-Nya dapat dibuktikan melalui adanya alam semesta. Orang-orang yang berakal (ulul Albab / cendekiawan) yang disebutkan dalam ayat itu dapat membuktikan keberadaan Allah melalui penelitian terhadap ciptaan-Nya. Sehingga tidak mengherankan, tidak sedikit manusia yang pada mulanya berada dalam kejahiliyahan, akhirnya memeluk Islam dan menjadi muslim yang teguh setelah menemukan kebenaran pernyataan Alquran tentang tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Dalam Alquran sendiri, meski baru diturunkan 14 abad yang lalu, sudah banyak mengungkap fakta-fakta alam semes...

Sejarah Penyusunan Al-Qur'an Menjamin Keasliannya

(Catatan 1979, oleh Dr. Maurice Bucaille, dialih bahasa serta disemak oleh Prof. Dr. H. M. Rasyidi) Keaslian yang tak dapat disangsikan lagi telah memberi kepada Qur-an suatu kedudukan istimewa di antara kitab-kitab Suci, kedudukan itu khusus bagi Qur-an, dan tidak dibarengi oleh Perjanjian lama dan Perjanjian Baru. Dalam dua bagian pertama daripada buku ini kita telah menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi dalam Perjanjian Lama dan empat Injil, sebelum Bibel dapat kita baca dalam keadaannya sekarang. Qur-an tidak begitu halnya, oleh karena Qur-an telah ditetapkan pada zaman Nabi Muhammad, dan kita akan lihat bagaimana caranya Qur-an itu ditetapkan. Perbedaan-perbedaan yang memisahkan wahyu terakhir daripada kedua wahyu sebelumnya, pada pokoknya tidak terletak dalam "waktu turunnya" seperti yang sering ditekankan oleh beberapa pengarang yang tidak memperhatikan hal-hal yang terjadi sebelum kitab suci Yahudi Kristen dibukukan, dan hal-hal yang terjadi sebelum pemb...

Geguritan

Piweling Jagad Asat….. Garing mlimping….. Lemah-lemah pating blegag, mringis nggegirisi.   Nggeguyu tumindake para jalma manungsa kang saya ora lumrah trekahe Jalma manungsa kang jarene kautus ngrumat ndonya sak isine… Jalma manungsa kang linambaran ilmu sundhul langit sap pitu… Kok doyan mangan sedulure… mangan barang sing dudu hak e… colong jupuk kaya diidinake… ngapusi tunggale dhewe… lali weling bapa-biyunge… Jumawa, adigang, adigung, adiguna.

Pesan Pesan Bung Karno Untuk Bangsa Indonesia

“Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit.” “Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.” o Dikutip dari Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams “Bunga mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya.” o Diucapkan ketika menyematkan bintang sakti kepada dua orang perwira, yaitu Mayor Benny Moerdani dari RPKAD dan Mayor Untung bin Sjamsuri dari Banteng Raiders. “we have only scratched the surface “ o Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956  “Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-saudara. Berjiwa besarlah, berimagination. Gali ! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia”. o Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956  “Dan agar yang tidak murni terbakar mati!” o Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959 “Massa adal...

Babad Tulungagung

PERGURUAN PACET Pada jaman pemerintahan Majapahit hubungan antara daerah pedalaman sangat sulit, sehingga keamanan di sebelah selatan sungai Brantas tidak dapat dikuasai. Sering disana-sini timbul pemberontakan. Berdirinya perguruan-perguruan sangat besar manfaatnya bagi kepentingan raja, karena selain mengajarkan ilmu, para guru umumnya juga merupakan mata telinga daripada perguruan negara. Demikian juga hubungannya dengan perguruan di dukuh Bonorowo, dekat Campurdarat yang terkenal dipimpin oleh seorang sakti bernama Kyai PACET. Kyai Pacet mengajarkan ngeilmu Joyokawijayan. Ia mempunyai murid-murid pilihan diantaranya : 1. Pangeran Kalang dari Tanggulangin. 2. Pangeran Bedalem dari Kadipaten Betak. 3. Menak Sopal dari Kadipaten Trenggalek. 4. Kyai Kasanbesari tua-tua dari dukuh Tunggul. 5. Kyai Singotaruno dari dukuh Plosokandang. 6. Kyai Sendang Gumuling dari desa Bono. 7. Pangeran Lembu Peteng putra Majapahit (termasuk murid baru). Pada suatu hari Kyai Pacet telah mengadakan pe...