Skip to main content

Posts

Ramalan Jayabaya yang Terbukti

Dalam perjalanan sejarah nusantara, nama Kediri tak bisa dipisahkan dari tokoh yang sangat terkenal dan melegenda, yakni Prabu Jayabaya yang bergelar Sri Maharaja Sri Warmmeswara Madhusudana Wataranindita Parakrama Digjayottunggadewanama Jayabhayalancana. Jayabaya adalah tokoh yang melahirkan kitab ramalan yang hingga kini masih dianggap memiliki 'tuah' dan dipercaya masih berlaku, yakni Jangka Jayabaya. Salah satu ramalan Jayabaya yang paling kesohor adalah soal para pemimpin negeri ini. Ramalan Jayabaya menyebut bahwa pemimpin Indonesia yang berarti presiden adalah No-To-No-Go-Ro.

Yang Sakit itu Soedirman, Panglima Besar Tidak Pernah Sakit!

Belanda ingin menghapus Republik Indonesia dari peta dunia dan berkuasa kembali di tanah jajahannya. Tujuan utama mereka menangkap Presiden RI Soekarno dan wakilnya Mohammad Hatta, membubarkan pemerintahan dan menghancurkan TNI. 19 Desember 1948, dalam waktu singkat pasukan Belanda berhasil menguasai Kota Yogyakarta. 

Jenderal Soedirman: Perjalanan Sang Panglima Besar

Suatu malam di belantara Jawa tahun 1949. Soedirman terbatuk-batuk sepanjang malam dalam sebuah pondok reot di tengah hutan. Mantel lusuhnya tidak mampu menahan udara dingin malam itu. Paru-parunya terus digerus penyakit TBC yang makin parah.  Di luar pondok, berjaga belasan pengawal Soedirman . Mereka tahu saat ini sang panglima menjadi buruan nomor satu pasukan baret merah Belanda, Korps Speciale Troepen (KST). Nyawa Soedirman dalam bahaya besar.

Menguak Rahasia Dibalik Kesaktian Bung Karno

Ir. Soekarno sang proklamator dan sekaligus presiden pertama di Indonesia ini adalah sosok pemimpin besar. Putra Sang Fajar ini sangat kharismatik, berwibawa, tegas, nasionalis, hingga revolusioner. Semangat dan jiwa Nasionalisme tidak pernah pudar saat menorehkan dan memperjuangkan Indonesia hingga menjadi negara yang berdaulat, bahkan menjadi negara yang disegani oleh bangsa lain. Meski sudah lama meninggal dunia, namun cerita tentang Soekarno selalu menarik untuk dikaji, termasuk tentang kesaktian yang dimilikinya. Bung Karno sering mengalami percobaan pembunuhan. Semasa hidup Ia mengalami percobaan pembunuhan dari tingkat baru rencana sampai eksekusi (sebanyak) 23 kali. Namun menurut ajudan Soekarno, Sudarto Danusubroto mengatakan bahwa ada 7 kali percobaan pembunuhan terhadap Soekarno yang sangat menggentarkan.  

Asal Usul Jalan Soekarno di Maroko

Siapa pun orang Indonesia mestinya bangga. Di ibukota negeri Maghribi yang mayoritas berpenduduk etnis Arab itu, terpampang plang nama jalan Avenue Soukarno alias Jalan Soekarno. Plang resmi dengan bahasa setempat menyebutnya Rue Soekarno. Pertanyaannya, kenapa pimpinan Maroko memberikan penghormatan kepada proklamator RI dengan mengabadikan menjadi nama jalan di kotanya?

Sejarah Masjid Soekarno di Rusia

Di negeri komunis Uni Soviet, nama Soekarno memang sangat moncer. Bukan hanya dianggap sebagai teman dalam Perang Dingin melawan poros Barat. Namun dia juga sebagai presiden muslim yang memberikan “berkah” sebagian muslim di negeri palu arit. Sejak kunjungannya, Soekarno menjadi pahlawan bagi umat Islam St. Petersburg hingga kini.

Arafah Hijau dengan Pohon Soekarno

  Dari atas Jabal Rahmah, sejauh mata memandang, kini tak lagi gersang tapi hamparan hijau yang menyejukkan. Padahal dulu, lokasi bukit itu terletak di kawasan Padang Arafah yang dikenal sangat gersang dan terik. Semua itu berkat adanya ide dan kontribusi presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Tak heran pula bila tanaman yang menghijaukan Padang Arafah termasuk Jabal Rahmah itu dinamai pohon Soekarno. Sang Proklamator kemerdekaan Indonesia itu, memberikan sumbangan ratusan bibit tanaman kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat berkunjung ke Tanah Suci. Memang, Padang Arafah yang kini hijau royo-royo, tak terlepas dari peran dan gagasan Presiden Soekarno saat wukuf sewaktu menunaikan ibadah haji pada awal tahun 1960-an. Dari puncak Jabal Rahmah, pemandangan menghijau tampak di kawasan itu. Meski hanya satu jenis pohon, hijau dedaunannya begitu menyejukan mata. Inilah bentuk ide cinta dan kasih sayang Soekarno yang tumbuh di Jabal Rahmah.