Skip to main content

Posts

Jenderal Soedirman: Perjalanan Sang Panglima Besar

Suatu malam di belantara Jawa tahun 1949. Soedirman terbatuk-batuk sepanjang malam dalam sebuah pondok reot di tengah hutan. Mantel lusuhnya tidak mampu menahan udara dingin malam itu. Paru-parunya terus digerus penyakit TBC yang makin parah.  Di luar pondok, berjaga belasan pengawal Soedirman . Mereka tahu saat ini sang panglima menjadi buruan nomor satu pasukan baret merah Belanda, Korps Speciale Troepen (KST). Nyawa Soedirman dalam bahaya besar.

Menguak Rahasia Dibalik Kesaktian Bung Karno

Ir. Soekarno sang proklamator dan sekaligus presiden pertama di Indonesia ini adalah sosok pemimpin besar. Putra Sang Fajar ini sangat kharismatik, berwibawa, tegas, nasionalis, hingga revolusioner. Semangat dan jiwa Nasionalisme tidak pernah pudar saat menorehkan dan memperjuangkan Indonesia hingga menjadi negara yang berdaulat, bahkan menjadi negara yang disegani oleh bangsa lain. Meski sudah lama meninggal dunia, namun cerita tentang Soekarno selalu menarik untuk dikaji, termasuk tentang kesaktian yang dimilikinya. Bung Karno sering mengalami percobaan pembunuhan. Semasa hidup Ia mengalami percobaan pembunuhan dari tingkat baru rencana sampai eksekusi (sebanyak) 23 kali. Namun menurut ajudan Soekarno, Sudarto Danusubroto mengatakan bahwa ada 7 kali percobaan pembunuhan terhadap Soekarno yang sangat menggentarkan.  

Asal Usul Jalan Soekarno di Maroko

Siapa pun orang Indonesia mestinya bangga. Di ibukota negeri Maghribi yang mayoritas berpenduduk etnis Arab itu, terpampang plang nama jalan Avenue Soukarno alias Jalan Soekarno. Plang resmi dengan bahasa setempat menyebutnya Rue Soekarno. Pertanyaannya, kenapa pimpinan Maroko memberikan penghormatan kepada proklamator RI dengan mengabadikan menjadi nama jalan di kotanya?

Sejarah Masjid Soekarno di Rusia

Di negeri komunis Uni Soviet, nama Soekarno memang sangat moncer. Bukan hanya dianggap sebagai teman dalam Perang Dingin melawan poros Barat. Namun dia juga sebagai presiden muslim yang memberikan “berkah” sebagian muslim di negeri palu arit. Sejak kunjungannya, Soekarno menjadi pahlawan bagi umat Islam St. Petersburg hingga kini.

Arafah Hijau dengan Pohon Soekarno

  Dari atas Jabal Rahmah, sejauh mata memandang, kini tak lagi gersang tapi hamparan hijau yang menyejukkan. Padahal dulu, lokasi bukit itu terletak di kawasan Padang Arafah yang dikenal sangat gersang dan terik. Semua itu berkat adanya ide dan kontribusi presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Tak heran pula bila tanaman yang menghijaukan Padang Arafah termasuk Jabal Rahmah itu dinamai pohon Soekarno. Sang Proklamator kemerdekaan Indonesia itu, memberikan sumbangan ratusan bibit tanaman kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat berkunjung ke Tanah Suci. Memang, Padang Arafah yang kini hijau royo-royo, tak terlepas dari peran dan gagasan Presiden Soekarno saat wukuf sewaktu menunaikan ibadah haji pada awal tahun 1960-an. Dari puncak Jabal Rahmah, pemandangan menghijau tampak di kawasan itu. Meski hanya satu jenis pohon, hijau dedaunannya begitu menyejukan mata. Inilah bentuk ide cinta dan kasih sayang Soekarno yang tumbuh di Jabal Rahmah.

Soekarno Dikenang Selamatkan Universitas Al Azhar Mesir

Mesir merupakan salah satu negara yang paling sering dikunjungi Soekarno, tercatat sebanyak enam kali Presiden Pertama Indonesia ini melakukan kunjungan resmi kenegaraan. Puncak kemesraan hubungan bilateral Indonesia – Mesir terjalin ketika Mesir dipimpin oleh Gammal Abdul Nasser. Selain itu, peran keduanya sebagai pemrakarsa Konferensi Asia – Afrika, membuat nama Presiden Soekarno begitu harum di mata pemerintah dan rakyat Mesir, hingga namanya diabadikan sebagai nama jalan di Mesir. Soekarno dikenal di Mesir dengan nama Ahmad Soekarno. Penambahan nama “Ahmad” dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Mesir untuk memperkuat nuansa keislaman sehingga menarik perhatian masyarakat Mesir bahwa Presiden Indonesia beragama Islam, seragam dengan nama Wakil Presiden yang diawali nama Mohammad.

Soekarno Perintahkan Uni Soviet Cari Makam Imam Bukhari

Cerita soal Presiden Soekarno tak ada habisnya. Banyak sumber yang mengatakan, Soekarno-lah yang menemukan makam perawi hadis terkenal, Imam Bukhari. Rahmatullo Sultonov, juru kunci makam berkisah, kompleks permakaman Imam Bukhari tidak mungkin seindah dan semegah itu tanpa peran Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia. Ketika Uzbekistan masih termasuk Uni Soviet, Soekarno dalam sebuah kunjungan kenegaraan ke Uni Soviet pada 1959 pernah meminta petinggi Partai Komunis untuk mencarikan makam orang suci Islam yang sangat terkenal bernama Imam Bukhari.